Seberapa penting melakukan transisi karir? Ini hal penting untuk dipertimbangkan

Adakah diantara kita yang saat ini sedang berada di persimpangan karir dan berpikir untuk meninggalkan pekerjaan lama atau berganti karir? Bukan hal yang tidak mungkin bukan? Ada banyak alasan untuk melakukan perubahan karir, mulai dari butuh tantangan baru, tidak puas dengan karir yang dijalani, hingga hilangnya gairah kerja.

Sepanjang perjalanan karir kebanyakan orang akan mengalami transisi karir setidaknya satu kali dalam karir profesional mereka. Sebuah survei tahun 2012 oleh Future Workplace menemukan bahwa 91% generasi millennial berharap berganti pekerjaan setidaknya setiap tiga tahun. Dan banyak juga yang merenungkan atau sedang dalam proses perubahan karir.

Dalam kehidupan karir profesional, terkadang ada keharusan untuk melakukan transisi atau perubahan karir. Perubahan karir ini bisa terjadi karena kamauan sendiri atau karena peluang yang ada.

Salah satu contoh transisi karir adalah saat dunia kerja yang dimasuki berbeda dengan jurusan di bidang yang diambil saat kuliah. Kondisi ini cukup sering terjadi, salah satunya karena keterbatasan lapangan kerja yang tersedia.

Transisi karir juga bisa terjadi saat kamu sudah bekerja di suatu perusahaan dalam jangka waktu lama, walaupun pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan keinginanmu, tetapi karena satu dan lain hal, kamu dipindahkan ke jabatan yang berbeda sesuai kebutuhan perusahaan atau untuk tujuan pengembangan diri.

Bagi beberapa orang keputusan untuk melakukan transisi karir sangat mudah diambil, tetapai bagi orang lain justru sebaliknya, ada saja kekhawatiran untuk melangkah maju, walau keinginan untuk maju tetap ada.

Ada keraguan untuk memutuskan mana keputusan terbaik yang harus diambil. Kondisi ini dapat terjadi dipacu oleh rasa takut terhadap masa depan yang belum jelas. Bisa juga karena merasa harus keluar dari zona nyaman yang selama ini dirasa menyenangkan.

Melakukan transisi dalam bekerja tentu tidak boleh asal-asalan atau diputuskan tanpa pertimbangan matang. Kamu harus tahu apa yang kamu inginkan, skill yang kamu punya, persyaratan yang harus kamu penuhi, dan yang lebih penting adalah komitmen kamu untuk menjalankannya.

Setidaknya, dua hal penting yang perlu digali adalah cari tahu keinginan terdalam dan seberapa kuat komitmen kamu untuk menjalani proses transisi itu sendiri.  Transisi tidak pernah gampang, tetapi juga tidak sesulit jika sudah dijalankan.  Itulah pentingnya komitmen.  Dengan komitmen tinggi, segala hambatan pasti siap kita hadapi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa melakukan transisi karir memang tidak mudah. Ada tahapan, ada proses, ada rencana yang harus dijalani. Banyak juga yang harus belajar dari nol untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Keberadaan seorang rekan atau partner terpercaya atau seorang professional dibidang pengembangan karir akan menjadi pendukung penting yang dibutuhkan.  Bahkan, mungkin akan menjadi bagian dari support system yang sangat berharga.

Bantuan seorang career coach yang sudah berpengalaman di bidangnya akan sangat membantu dirimu menjalani transisi karir. Keahliannya profesionalnya dalam transisi karir tentu akan sangat membantu kamu untuk mengambil keputusan.  

Disamping itu, career coach yang kompeten juga dapat membantu kamu mempersiapkan diri menghadapi tantangan dalam pekerjaan baru.  Mereka juga bisa memberikan perspektif yang berbeda terhadap kondisi yang sedang kamu hadapi saat ini.  Dengan demikian, kamu bisa menjalankan proses transisi yang terarah dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *