Manfaatkan Kritikan Jadi Motivasi Kerja

Dalam menjalankan rutinitas pekerjaan kita pasti kerap mendapatkan kritikan. Apakah itu kritik membangun atau kritikan yang buruk, hal-hal tersebut bisa mempengaruhi kreativitas, produktivitas dan motivasi kerja.

Memang tak enak ketika dikritik, entah itu oleh atasan atau rekan kerja. Anda merasa hasil kerja Anda tidak dipandang, kemampuan Anda dipertanyakan, atau pribadi Anda diremehkan.

Namun, menurut Dr. Hendrie Weisenger dalam bukunya, ‘How to Deal with Criticism’, kritik itu diperlukan karena memberi informasi kepada kita apa yang penting dalam hidup kita. Dalam relasi dengan pasangan, memberi dan menerima kritik dengan pendekatan yang positif adalah kunci untuk membantu Anda tumbuh bersama. Sementara dalam dunia kerja, organisasi akan berkembang atau gagal berdasarkan evaluasi tugas dan hasil kerja. Menanggapi kritik memang sulit, tetapi belajar menanggapi kritik akan menjadi keterampilan paling penting yang Anda miliki. Jika Anda terbuka dengan segala feedback, Anda juga akan mengembangkan komunikasi dalam hubungan dengan pasangan atau rekan kerja.

Berikut empat hal penting yang baiknya dilakukan saat Anda mendapat kritikandan bagaimana memanfaatkan kritikan tersebut menjadi sebuah motivasi kerja.

1. Ketahui visi dan misi

Cara tepat yang bisa dilakukan untuk menangani kritikan di pekerjaan adalah ketahui dengan baik apa visi dan misi Anda. Apakah pekerjaan saat ini merupakan pekerjaan impian, apakah profesi yang Anda jalankan setiap hari mampu memberikan kepuasan terhadap diri Anda. Ada baiknya juga untuk Anda menuliskan tujuan serta target masa depan dan karir Anda, sehingga ketika kritikan menyerang dan mulai melemahkan motivasi Anda, bisa kembali lagi menumbuhkan semangat dengan cara melihat target dan tujuan yang ingin dicapai.

“A small body of determined spirits fired by an unquenchable faith in their mission can alter the course of history.” – Mahatma Gandhi

2. Simpan tujuan dan target Anda

Untuk mewujudkan rencana dan target yang ada terkadang Anda harus menjelaskan dan menceritakan apa dan seperti apa tujuan pribadi Anda. Baiknya adalah untuk selalu menyimpan semua rencana dan target Anda, tidak perlu terlalu sering membagikan tujuan tersebut, dengan demikian Anda bisa lebih fokus untuk menjalani proses dan tentunya mengurangi kemungkinan kritikan yang ada.

3. Nikmati proses

Saat Anda berhasil menemukan solusi atau menyelesaikan sebuah pekerjaan idealnya adalah untuk menceritakan keberhasilan tersebut kepada rekan kerja dan orang-orang sekitar. Yang perlu diperhatikan tidak semua orang akan menerima keberhasilan Anda dengan sepenuh hati, pasti akan ada saja orang-orang yang iri dan melihat keberhasilan Anda sesuatu hal yang tidak pantas didapatkan, pada akhirnya kritikan pun akan mulai datang. Untuk terhindar dari kritikan tersebut baiknya untuk menyimpan semua proyek atau prestasi yang Anda dapatkan dan ceritakan semua keberhasilan tersebut di waktu yang tepat.

4. Perluas jaringan pertemanan

Salah satu asal kritikan datang dari kalangan atau orang-orang yang tidak memiliki visi dan misI yang sama dengan apa yang Anda lakukan. Untuk bisa mendapatkan dukungan dan masukan yang positif, coba dekati orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama serta perusahaan yang bisa memberikan dukungan yang besar untuk Anda.

Dalam dunia kerja, ada dua hal yang selalu saling terkait, yaitu pujian dan kritikan. Pujian akan diberikan ketika Anda menyelesaikan tugas dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Sementara kritikan bakal datang ketika hasil kerja Anda kurang sesuai dengan permintaan atau harapan pihak yang memberikan tugas.

Sebagai profesional sejati Anda tetap harus bersikap tenang kala menerima kritikan. Setajam dan sekeras apa pun kritikan yang datang tetap jangan dihadapi dengan emosi yang tinggi. Santai dan jadikan kritik sebagai cara Anda untuk tumbuh.

Sumber: https://bit.ly/2sf3Pd2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *