Ingin menjadi Perekrut Profesional? Coba Perhatikan Ini!

Menjadi perekrut yang sukses bukanlah perkara mudah. Anda harus pula memiliki keahlian tertentu terkait pemahaman tentang karakter dan kepribadian, misal keahlian sebagai psikolog, spesialis ilmu perilaku, berpengalaman sebagai manager, dan lain-lain. Dulu, seluruh proses rekruitmen dilakukan sendiri oleh perusahaan. Beberapa tahun belakangan ini, sistem itu sudah ditinggalkan. Banyak yang sudah menggunakan jasa executive search dan web lowongan kerja atau job portal untuk membantu proses rekruitmen perusahaan.

Nah, apa kamu sudah tahu metode mana yang lebih efisien? Terlepas keduanya punya kelebihan masing-masing, untuk membantu menentukan pilihan, berikut beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan;

1. Perhatikan tiap kandidat

Kamu pasti pernah melewati masa-masa menunggu tanggapan dari perusahaan yang kamu lamar. Kandidat yang melamar di perusahaan kita pasti sedang menanti pemberitahuan, terkait CV sudah terima maupun panggilan seleksi lanjutan.

Oleh karenanya akan lebih baik jika kamu menghubungi kontak di lamaran pekerjaan yang sudah kamu terima. Tidak perlu menelpon satu persatu, bisa gunakan teknologi internet untuk mengirimkan e-mail kepada setiap kandidat.

2. Terbuka untuk Atur Jadwal

Ketika menentukan jadwal seleksi lanjutan, bukalah kesempatan bagi kandidat untuk mengatur ulang jadwalnya jika mereka berhalangan. Ingatlah bahwa ada kemungkinan kandidat yang melamar di perusahaan kamu memiliki kesibukan lain. Jangan sampai kamu melewatkan kandidat berkualitas karena jadwal seleksi yang tidak sesuai.

3. Jaga kerahasiaan informasi

Informasi mengenai kandidat yang kamu dapatkan harus kamu jaga dengan baik. Usahakan untuk tidak menyebarluaskan data diri atau informasi lain mengenai si kandidat. Jika informasi ini sampai ke perusahaan tempat kandidat sedang bekerja, ia bisa saja diperlakukan berbeda di sana. Hal ini bisa membuat kandidat tersebut kehilangan kepercayaan pada perusahaanmu.

4. Datang interview tepat waktu

Waktumu sama berharganya dengan waktu kandidat yang akan kamu interview. Karena itu, datanglah tepat waktu untuk interview agar waktumu dan kandidat tidak terbuang banyak. Jika kamu harus meng-interview beberapa kandidat dalam satu hari, perkirakan waktu interview per kandidat agar proses interview berjalan lancar.

5. Baca CV dengan seksama

Kebanyakan kandidat sudah meluangkan waktu mereka agar dapat menyusun CV terbaik untuk mempromosikan diri mereka. Hargailah usaha mereka dengan mempelajari CV para kandidat sebelum melakukan interview. Ini juga bisa membantu kamu mempersiapkan pertanyaan untuk diajukan pada para kandidat. Proses interview kamu jadi lebih efisien, deh.

6. Ciptakan interview yang nyaman

Fokuslah pada kandidat dan CV-nya ketika kamu berhadapan dengan mereka. Hindari melakukan kegiatan lain seperti menelpon di tengah proses interview. Kamu juga perlu bersabar dalam meng-interview. Jangan terlalu memburu jawaban mereka. Terlalu menekan kandidat, akan membuat kamu lebih sulit menemukan informasi mengenai kandidat.

7. Follow up hasil seleksi

“Kamu akan dihubungi lagi paling lama 2 minggu dari sekarang.” Jika kamu mengatakan kalimat itu di akhir Interview, realisasikan. Berikan pemberitahuan mengenai keputusan kamu atau perusahaan. Bukan hanya kepada kandidat yang lolos seleksi, tapi juga mereka yang belum lolos. Dengan mem-follow-up hasil seleksi, kandidat bisa lebih yakin untuk menentukan langkah mereka selanjutnya.

Melakukan hal-hal di atas pada lamaran pekerjaan para kandidat, akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi kandidat dalam proses seleksi. Kamu sebagai perekrut akan dinilai lebih profesional, begitu juga perusahaan. Tindakan yang kurang profesional bisa sebabkan kamu melewatkan kesempatan untuk bekerja dengan kandidat berpotensi. Survei yang dilakukan terhadap profesional di seluruh Asia-Pasifik (APAC) menemukan bahwa hampir 8 dari 10 (79 persen) pelamar kerja cenderung tidak mau menerima pekerjaan jika mereka diperlakukan buruk selama proses perekrutan. Survei tersebut menjelaskan pentingnya bagi organisasi untuk menekankan pengalaman kandidat selama proses perekrutan.

Sumber: https://bit.ly/2RdPwiF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *