Bagaimana Mencari Pekerjaan yang Menyenangkan?

Apakah Anda menikmati pekerjaan Anda saat ini? Tidakkah Anda mendambakan pekerjaan yang memuaskan? Pekerjaan yang bisa dinikmati dan dijalani dengan tenang tanpa merasakan beban? Menikmati pekerjaan membuat kita menjadi lebih bahagia di tempat kerja dan cenderung lebih berhasil dalam pekerjaan.

Bagaimana mencari pekerjaan yang bisa memberikan rasa nikmat seperti itu? Mengetahui minat adalah salah satu cara membantu Anda menemukan karir idaman itu. Bagi sebagian orang pilihan itu sangat jelas, misalnya seorang yang suka menulis menjadi penulis, seorang yang suka mengutak-atik mobil kemudian bekerja sebagai mekanik. Tetapi, bagi sebagian yang lain, seringkali tidak semudah itu.

Pekerjaan yang kita nikmati adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat dan jati diri. Salah satu cara mengetahui minat adalah mengikuti tes minat dan bakat, atau bertanya pada orang yang dekat dan memahami kita. Atau cara lainnya adalah melakukan self-assessment berikut ini. Misalnya, ada orang yang lebih suka bekerja dengan gagasan, orang, atau benda. Tugas Anda menemukan area mana yang cocok dengan Anda. Beberapa pertanyaan di bawah ini dapat membantu menggali minat Anda.

1. Gagasan/Ide: Anda adalah seorang yang mandiri dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi untuk selalu menjelajah ide-ide baru dan menggunakan kreativitas Anda. Orang yang lebih suka memusatkan perhatian pada gagasan akan memilih bidang-bidang yang memiliki tantangan analitis seperti ilmu kedokteran, atau karir artistik seperti menulis dan design interior. Meski berbeda-beda aspeknya, semua karir ini membutuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas.

2. Orang: Anda adalah seorang yang suka bergaul, ramah, suka menggunakan keterampilan komunikasi, suka membimbing dan membantu orang lain. Orang yang lebih suka memfokuskan diri pada orang seringkali menemukan kepuasan pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat membantu orang lain seperti konseling, menjadi pembimbing atau pengajar, atau profesi yang membutuhkan kemampuan persuasif seperti politik dan sales. Semua menawarkan kesempatan untuk mempengaruhi dan membimbing orang lain. Semuanya mensyaratkan waktu untuk bekerja dengan orang.

3. Benda (termasuk data): Anda adalah orang yang teratur, praktis, dan persisten, yang menyukai bekerja dengan tangan dan lebih menyukai tugas-tugas yang didefinisikan dengan jelas. Orang yang lebih suka fokus pada benda akan merasa senang bekerja dalam lingkungan yang lebih pasti seperti mekanik atau petani atau komputer, atau menggunakan kemampuan matematika mereka dengan bekerja sebagai analis keuangan. Karir seperti ini fokus pada benda. Biasanya tidak banyak interaksi dengan orang.

Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat juga butuh proses. Bisa dibilang tak semua orang beruntung menemukan pekerjaan sesuai minat sejak awal bekerja, apalagi passion. Hal ini bisa dikarenakan faktor kondisi, minat yang terus berubah, dan juga pengalaman untuk terus tumbuh dan mengeksplorasi. 

Hasil polling Careernews.id (11/08/2015) juga memperlihatkan bahwa banyak lulusan yang lebih memilih bekerja saja dulu daripada memaksakan bekerja sesuai minat. Sebanyak 77% responden memilih bekerja apa saja terlebih dahulu sebelum memasuki jenjang karir yang lebih tinggi, meski tidak sesuai dengan jurusannya. Alasan dari 77%  responden ini bermacam-macam, di antaranya sebanyak 38%  ingin mencari pengalaman baru di dunia kerja dan 21% beralasan asal tidak menganggur.  Menemukan passion memang tidak mudah, seseorang bahkan perlu mengeksplorasi beberapa minat dan bekerja di beberapa bidang hingga pada akhirnya mengatakan ya, itu passion saya. 

Demikian juga riset Jaison R. Abel dan Richard Deitz dari Federal Reserve Bank, New York, seperti dilansir laman The Washington Post, sebanyak 27% lulusan perguruan tinggi ternyata juga tidak bekerja sesuai dengan jurusannya.  Dan ini bukan hal yang buruk untuk freshgraduate.  Karena minat yang terus berubah dan hasrat untuk mengeksplorasi harus selalu ada untuk akhirnya benar-benar menemukan karir impian, ini berarti kita tak bisa terlalu idealis dalam mencari pekerjaan, apalagi untuk pekerjaan pertama. Kalau keukeuh mencari pekerjaan idaman sesuai passion, bisa-bisa akan habis waktu dalam pencarian dan nggak kerja-kerja.

Pada intinya, semakin kita mengenali diri sendiri, akan semakin mudah kita mengetahui apa yang kita butuhkan dalam berkarir.  Paling tidak, dengan kita perlu tahu kita lebih suka bekerja dengan ide, orang, atau benda/data sudah membuat kita bisa menentukan pilihan karir di awal mencari pekerjaan.

Sumber: https://bit.ly/32zys9I

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *