Pendekatan Psikologi pada Manajemen Diri

Bidang studi Psikologi mempunyai peranan yang cukup penting dalam kehidupan, terutama dalam mempelajari kepribadian dan menentukan bagaimana sifat dan perilaku orang. Salah satu aspek yang membutuhkan peran psikologi adalah manajemen diri.  Fungsi manajemen diri adalah mengatur diri sendiri, guna menjadi lebih produktif dan mampu berperilaku sehat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini berkaitan erat dengan dunia psikologi, khususnya aspek kognitif.

Mempelajari manajemen diri melalui pendekatan psikolog setidaknya ada beberapa hal yang harus dipahami tentang Manajemen diri, yaitu:

1. Pendekatan spiritual

Manajemen diri dilihat dari wadah dan ruang lingkup psikologi agama. Tujuannya agar perilaku seseorang sejalan dengan tuntutan agama.  Seseorang yang memiliki tingkat spiritual tinggi akan lebih mampu mengendalikan dirinya sehingga akan berhasil membangun hidup sukses. Manajemen diri selalu berkaitan dengan aspek pengendalian diri yang bisa dipengaruhi oleh unsur spiritualitas.

2. Pendekatan struktural

Tujuannya untuk memfokuskan pengamatan yang ada guna memahami pengalaman yang diperoleh oleh setiap individu, melalui kategori, jenis, dan juga tingkatan peristiwa yang pernah terjadi.

3. Melalui lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar memang kerap mempengaruhi perkembangan pola pikir dan juga perilaku diri sendiri, dan juga lingkungan sekitar. Artinya lingkungan memang mempunyai peran aktif, dalam memberikan warna pribadi dalam setiap individu.

4. Melalui teman sepermainan

Walaupun terlihat sepele, namun teman juga dapat digunakan sebagai wadah manajemen diri, terutama untuk perkembangan diri menjadi orang yang lebih dewasa. Memiliki teman yang berperilaku baik, akan menularkan perilakunya kepada kita. Sebaliknya juga, teman yang perilakunya buruk misalnya, akan mempengaruhi pikiran dan jiwa seseorang menjadi berperilaku buruk apabila seseorang tidak memiliki pengendalian diri yang baik.

5. Melalui orang tua

Jika Manajemen diri dilihat dari orang tua, maka sudah seharusnya orang tua memegang peranan penting dalam memberikan pelajaran tersebut. Sehingga anak dapat tumbuh lebih baik. Namun seiring perkembangan zaman yang ada, banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri, sehingga secara tidak sadar, perhatiannya pada anak berkurang. Hal ini mengakibatkan anak yang sedari awal tidak mendapatkan perhatian yang tepat dari orang tua mencari dari tempat lain yang bisa jadi memperburuk perkembangan jiwanya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *