Teknik Menjelaskan Manajemen Diri Pada Anak

Anak yang sejak awal sudah menerima pelajaran tentang manajemen diri dengan baik, dirinya tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, dalam hal ini teman-temannya. Mengingat anak tersebut sudah mempunyai prinsipnya sendiri dan tahu bagaimana menerapkannya. Yang menjadi pokok pentingnya adalah bagaimana cara memberikan pelajaran tersebut pada sang anak.  Berikut ini tiga hal utama yang perlu diketahui orang tua untuk membantu anak melakukan manajemen diri.

Keteladanan

Sebagai orang tua, tentu Anda harus memberikan contoh atau teladan pada sang anak, terutama dalam berkegiatan sehari-hari. Misalnya, dalam membeli suatu barang, sebaiknya membeli barang secukupnya dan tidak berlebihan. Jika memang barang tersebut sudah habis atau rusak, maka akan ada waktu untuk membelinya kembali.

Dialog

Dialog adalah yang mutlak dilakukan oleh orang tua agar anak bisa mandiri. Sebaiknya dialog antar orang tua dan anak dilakukan terus menerus dan kontinyu.  Orang tua, , baik itu oleh ibu atau juga ayah bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan ringan yang isinya meminta pendapat dan saran anak.  Dengan demikian, anak menjadi terbiasa mengutarakan pendapat dan pemikirannya. Yang penting diingat adalah inti dialog atau pelajaran yang menjadi pesan untuk anak tersampaikan dengan baik dan anak tidak merasa bingung.

Misalnya saja, ketika ingin membeli suatu barang, namun uangnya tidak cukup. Sebaiknya ajarkan anak, tentang uangnya yang tidak cukup. Anda dapat menyarankan untuk kembali pulang ke rumah untuk mengambil uang yang kurang, kemudian kembali ke toko tersebut, dan membeli barang yang dinginkan. Atau mengajarkan menabung, agar punya uang yang cukup membeli barang yang diinginkan.

Latihan dan pembiasaan 

Aktivitas manajemen diri berikutnya adalah pembiasaan. Walaupun orang tua mempunyai banyak uang sehingga mampu memenuhi berbagai permintaan dan kebutuhan sang anak, anak perlu dilatih untuk terbiasa dan mengendalikan diri dengan berbagai macam batasan, sebelum memperoleh hal yang diinginkan. Sekaligus melatih diri anak untuk mengendalikan diri dengan lebih baik, mana hal yang memang dibutuhkan untuk dipenuhi dan mana hal yang hanya keinginan semata.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *