Tips Mencari Kerja di Saat Krisis

Terjadinya pelemahan ekonomi dunia, seperti melemahnya beragam mata uang terhadap dolar (contoh Rupiah Indonesia, Rupee India, dan Real Brazil) dan krisis di berbagai negara di Eropa, seperti Yunani dan Spanyol, serta tingkat kemiskinan dunia yang masih belum bisa diminimalisir, cukup menghawatirkan kita mengingat apa yang terjadi pada Indonesia tahun 1998 silam.

Krisis 1998 tersebut memberikan memori pilu dan pekat di hati rakyat. Kondisi ini juga berimbas pada jumlah lapangan pekerjaan. Jika kita mengingat kembali apa yang terjadi hampir 22 tahun lalu, banyak industri mengalami kemunduran dan ribuan karyawan harus kehilangan pekerjaan.

Banyak ahli mengatakan bahwa keadaan krisis ekonomi global saat ini tidak mempengaruhi Indonesia seperti tahun 1998 lalu. Menurut Reuters, Rupiah Indonesia bisa keluar dari zona “fragile five” atau lima mata uang dunia yang dianggap rapuh terhadap penguatan dolar AS. Daya tahan Rupiah dianggap lebih baik dibandingkan keempat mata uang lainnya.

Prediksi ini mempertimbangkan bahwa secara fundamental perekonomian Indonesia masih memiliki banyak hal positif. Pengamat internasional juga menganggap jika upaya perbaikan struktural sudah mulai digerakkan di negeri tercinta ini.

Membaca fakta di atas, sungguh memberikan pemikiran optimis dan positif bukan? Namun, coba kita cermati lagi tingkat pengangguran negeri ini. Dihitung oleh Badan Pusat Statistik pada situs web resmi mereka, terhitung setidaknya 7,17 juta – 11,90 juta pengangguran terhitung pada 2004 – 2013.

Cukup mengkhawatirkan bukan? Lalu bukannya tidak mungkin angka tersebut akan terus bertambah ketika krisis global akhirnya berdampak besar pada negara ini.

Tidak ada salahnya bersiap. Jika nantinya Anda jadi salah satu orang yang terkena imbas dari krisis ekonomi global, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan untuk mencari kesempatan lain di tengah iklim ekonomi dalam negeri yang tidak kondusif.

1. Tentukan dan tuliskan target dengan spesifik. Kemampuan untuk menentukan target dan membuat rencana untuk mencapainya adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki seorang profesional. Jangan lupa bahwa Anda harus membuat target dan rencana yang sesuai dengan kemampuan dan situasi yang ada. Menuliskan target juga berfungsi sebagai pengingat kemajuan atau kemunduran yang Anda alami sekaligus alat bantu untuk membuat positif feedback bagi kita.

2. Curahkan waktu dan energi seoptimal mungkin. Untuk melaksanakan rencana yang telah Anda formulasikan perlu menyusun prioritas waktu dan usaha. Dalam hal ini, pilih dengan seksama pekerjaan dan perusahaan yang Anda “incar” dan selalu update dengan informasi mengenainya. Untuk hal ini, selalu perbaharui informasi lowongan Anda dengan yang terbaru dan paling fresh dari perusahaan yang Anda impikan.

3. Fokuskan target di bidang yang mengalami pertumbuhan di masa krisis. Contoh: ketika harga minyak bumi meroket, permintaan akan sumber energi lain yang lebih murah meningkat. Fokuskan pencarian Anda di bidang ini atau bidang lain yang tidak terkena dampak krisis.

4. Manfaatkan dan kembangkan jejaring. Jangan menutup diri dari pergaulan ketika Anda kehilangan pekerjaan atau sedang mencari kesempatan yang baru. Justru inilah saatnya memanfaatkan network Anda untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kesempatan kerja yang Anda inginkan.

5. Perhatikan detail ketika mencari pekerjaan. Kemungkinan besar banyak orang yang berburu pekerjaan seperti Anda. Perhatikan setiap detail dalam melamar pekerjaan agar resume Anda stand out dari resume lainnya. Tips khusus: buat sendiri surat lamaran Anda dan hindari memakai template yang banyak dipakai orang, sesuaikan tiap surat lamaran dan CV Anda dengan kualifikasi perusahaan, dan tindak lanjuti setiap interview dengan menelpon perusahaan yang bersangkutan.

6. Jadi freelancer. Jika Anda punya keahlian lain yang menghasilkan income, jangan segan untuk memanfaatkannya, sambil tetap mencari kesempatan yang telah Anda targetkan. Banyak contoh membuktikan bahwa menekuni pekerjaan paruh waktu bisa memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan bekerja dibidang formal.

7. Terbuka terhadap banyak kesempatan. Walaupun Anda telah memiliki target yang spesifik, bukan berarti Anda tidak mempertimbangkan tiap kesempatan yang datang ke hadapan Anda. Menjadi fleksibel bukan berarti Anda tidak konsisten terhadap diri sendiri, namun menunjukkan bahwa Anda bisa beradaptasi terhadap perubahan yang Anda.

8. Tetap objektif. Orang biasanya jadi emosional dan subjektif ketika keadaan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Ingatlah bahwa Anda tidak bisa mengontrol keadaan di luar sana, seperti kondisi krisis global, atau pasar saham yang fluktuatif. Namun Anda bisa mengontrol emosi Anda. Kehilangan kesabaran dan akal sehat hanya akan memperburuk situasi.

9. Be positive and optimist. Hal terpenting saat mencari kerja di saat keadaan ekonomi yang sulit adalah mempertahankan sikap positif dan optimis. Walaupun terdengar klise, kedua sikap ini akan membuat Anda tetap bersemangat mencari kesempatan yang terbaik untuk Anda. Tetap ingatkan diri Anda bahwa kesulitan ini, seperti kesulitan-kesulitan lain dalam hidup, akhirnya akan berlalu.

Sumber: https://bit.ly/39KO6mU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *