Bagaimana agar produktif?

Seringkali kita kita merasa sudah produktif, padahal kita hanya menjadi kolektor aktivitas tanpa pencapaian yang jelas. Kadang malah kita merasa sudah mengatur semuanya dan mengerjakan semua dalam satu hari, tanpa ada jeda istirahat. Benarkah langkah itu?

Penelitian pada 2.000 pekerja di Inggris menunjukkan, pekerja yang punya jam kerja 8 jam per hari hanya bekerja secara produktif dalam waktu 2 jam 53 menit.

Sementara itu eksperimen sosial yang diuji coba oleh pemerintah Swedia awal 2017 menunjukkan angka lain. Dengan menentukan jam kerja 6 jam per hari, pemerintah Swedia menemukan pegawai mereka memiliki mutu kesehatan dan produktivitas yang lebih baik ketimbang jam kerja yang lebih panjang.

Namun, pada intinya sama: pekerjaan dengan jam kerja yang panjang lebih dari 8 jam justru mengurangi produktivitas dan memperburuk kesehatan para pegawai.

Berikut adalah tips yang disarikan dari artikel menarik di www.psychologytoday.com, berjudul: How to be ultra productive-10 tips for mastering your time now.

1. Sibuk vs produktif. Orang-orang yang produktif seringkali lebih terlihat santai dari mereka yang overworked

2. Mengelola waktu = mengelola diri. Sepertinya kalimat Altshuler menjelaskan begitu gamblang dan spesifik: “The bad news is time flies. The good news is you’re the pilot.” – Michael Altshuler. Waktu tidak dapat disimpan atau dikembalikan, waktu hanya bisa digunakan atau hilang selamanya. Jadi, kita sendiri yang mengendalikan cara kita mengelola waktu. Kita yang bertanggung jawab atas bagaimana kita menggunakan waktu tersebut.

3. Daftar agenda. Selalu miliki skedul tertulis untuk memastikan jadwal di hari itu terlaksana. Buat agenda yang realistis dengan skedul-skedul yang dipastikan bisa selesai di hari itu. Tuliskan dalam point-bullet dan rencana waktunya. Buat skala prioritas dan bukan sekedar to do list. Beri tanda ‘selesai’ di ujung hari. Pemberian tanda ‘selesai’ ini bermanfaat ganda, selain menegaskan pencapaian rencana, juga menambahkan bangunan kepercayaan dan keyakinan pada diri sendiri bahwa ‘saya bisa/mampu’. Efeknya, tidak langsung disadari tapi pasti muncul rasa puas tersendiri.

4. Prioritas. Beri label A: must do; B: should do; C: could do. Ingatlah, prioritas yang efektif adalah ketika kita memilih 3 agenda utama, bukan 10 daftar panjang (to do list) untuk dikejar dalam 1 hari. Untuk itu, pecahlah agenda besar ke dalam bagian lebih kecil dan buat kerangka waktu beserta prioritasnya. “The key is in not spending time, but in investing it.” –Stephen R. Covey

5. Selesaikan & re-prioritas. Implementasikan prioritas hari ini, jika belum tercapai, lanjutkan esok hari dengan menjadikannya.

Tips ini terlihat begitu sederhana dan terkesan mudah, akan tetapi kita perlu ingat bahwa sebagai manusia, ternyata membutuhkan agenda lain yang tak kalah bermanfaat. Seperti tercantum pada poin pertama bahwa sibuk tidak sama dengan produktif, maka luangkanlah waktu jeda. Waktu jeda ini bukan berarti membuang energi, sebaliknya berfungsi untuk isi ulang energi. Hasilnya, Anda akan terkejut ketika di ujung jeda tiba-tiba muncul solusi untuk masalah yang awalnya terlihat begitu rumit!

Selamat mencoba

 

Sumber: https://bit.ly/2XPiCJG

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *